IPv4 Subnetting CIDR (Classless Inter - Domain Routing) Method
Oleh : Zainul Arifin
Menurut :
CIDR singkatan dari Classless Inter-Domain Routing, adalah skema pengalaman IP yang meningkatkan alokasi alamat IP. Ini menggantikan sistem lama berdasarkan kelas A, B, dan C. Skema ini juga sangat membantu memperpanjang umur IPv4 serta memperlambat pertumbuhan tabel perutean.
Metode lama pengalaman IP datang dengan inefisiensi yang menghabiskan ketersediaan ketersediaan alamat IPv4 l lebih cepat dari yang seharusnya. Sistem perutean berkelas termasuk kelas A, B, dan C :
- Kelas A - Lebih dari 16 juta pengidentifikasi host
- Kelas B - 656.535 pengidentifikasi host
- Kelas C - 254 pengidentifikasi host
Alamat IP CIDR terdiri dari 2 set angka. Alamat jaringan di tulis sebagai awalan, seperti anda akan melihat IP biasa (misalnya 192.255.255.255). Bagian kedua adalah sufiks yang menunjukkan beberapa banyak bit di seluruh alamat (misalnya /12). Jika digabungkan, alamat IP CIDR akan terlihat seperti berikut :
192.255.255.255/12
Menurut Justin ellingwood, sebuah sistem yang disebut Classles Inter-Domain Routing, atau CIDR, dikembangkan sebagai alternatif Subnetting tradisional. Idenya adalah anda dapat menambahkan spesifikasi di alamat IP itu sendiri untuk jumlah bit signifikan yang menyusun bagian perutean atau jaringan.
Dari kedua pendapat tersebut, CIDR adalah cara terbaik untuk meningkatkan efisiensi distribusi alamat IP. Sangat penting dengan IPv4 karena alamat IP cepat habis. Pada dasarnya, CIDR memungkinkan kami lebih mengontrol pengalamatan blok alamat IP yang berkelanjutan.
Soal Subnetting CIDR untuk mencari IP kelas A, B, dan C :
Contoh soal kelas C :
Sebuah network kelas C 192.168.1.1/26 maka tentukan :
- Berapa jumlah Subnet ?
- Berapa jumlah host per sub Subnet ?
- Berapa blok Subnet ?
- Buat tabel Subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast ?
Pembahasan :
1. Jumlah Subnet
/26 dengan Netmask (Decimal) 255.255.255.192 (bisa dilihat tabel CIDR untuk ketiga kelas IP Address mengenai netmask decimal dan binarynya). Pada kelas C ini dilihat oktet terakhirnya/keempatnya yaitu 192. Pada oktet 192 ini lihat lagi pada kolom Netmask (binary), perhatikan bagian terakhirnya yaitu 11000000. Misalkan x=1 dan y=0. x(1) berjumlah 2, dan y(0) berjumlah 6.
Cara menghitung jumlah Subnet = 2^x
= 2^2 = 4
(jumlah subnet)
2. Jumlah host per Subnet
Caranya = 2^y - 2
= 2^6-2
= 64-2 = 62 (jumlah host per subnet)
3. Jumlah blok per Subnet
Caranya = oktet maksimal - oktet network (oktet terakhir/keempat)
= 256 - 192
= 64 (jumlah blok subnet)
4. Tabel subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast
Network 192.168.1.1/26
Rumus : Subnet = IP Network (192.168.1.1) + jumlah blok subnet (64) atau kelipatan dari jumlah blok subnet tersebut.
Host pertama = IP Subnet +1
Broadcast = (Subnet n+1) – 1 (sebeklum menjawab soal host terakhir. Terlebih dahulu d jawab soal broadcast)
Host Terakhir = Broadcast – 1
Subnet
192.168.1.1
192.168.1.65
192.168.1.129
192.168.1.193
Host Pertama
192.168.1.2
192.168.1.66
192.168.1.130
192.168.1.194
Host Terakhir
192.168.1.63
192.168.1.127
192.168.1.191
192.168.1.254
Broadcast
192.168.1.64
192.168.1.128
192.168.1.192
192.168.1.255
Contoh soal kelas B :
Sebuah network kelas B 172.168.200.2/18, maka tentukan :
- Berapa jumlah Subnet ?
- Berapa jumlah host per subnet ?
- Berapa blok subnet ?
- Buat tabel subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast !
Pembahasannya :
1. Jumlah Subnet
/18 dengan Netmask (Decimal) 255.255.192.0 (bisa dilihat tabel CIDR untuk ketiga kelas IP Address mengenai netmask decimal dan binarynya). Pada kelas B ini dilihat oktet ketiga dan keempatnya yaitu 192.0. Pada oktet 192.0 ini lihat lagi pada kolom Netmask (binary), perhatikan bagian kedua terakhirnya yaitu 11000000 00000000. Misalkan x=1 dan y=0. x(1) berjumlah 2, dan y(0) berjumlah 14.
Cara menghitung jumlah Subnet = 2^x
= 2^2 = 4 (jumlah subnet)
2. Jumlah host per Subnet
Caranya = 2^y - 2
= 2^14-2
= 16384 - 2 = 16382 (jumlah host per subnet)
3. Jumlah blok Subnet
Caranya = oktet maksimal - oktet network (oktet terakhir/keempat)
= 256 - 192
= 64 (jumlah blok subnet)
4. Tabel subnet, host pertama, host terakhir, dan broadcast
Network 172.168.200.2/18
Rumus : Subnet = IP Network (172.168.200.2) + jumlah blok subnet (64) atau kelipatan dari jumlah blok subnet tersebut.
Host pertama = IP Subnet +1
Broadcast = (Subnet n+1) – 1 (sebeklum menjawab soal host terakhir. Terlebih dahulu d jawab soal broadcast)
Host Terakhir = Broadcast – 1
Subnet
172.168.200.2
172.168.200.66
172.168.200.130
172.168.200.194
Host Pertama
172.168.200.3
172.168.200.67
172.168.200.131
172.168.200.195
Host Terakhir
172.168.200.64
172.168.200.128
172.168.200.192
172.168.200.254
Broadcast
172.168.200.65
172.168.200.129
172.168.200.193
172.168.200.255
J
Contoh soal kelas A :
Sebuah network kelas A 10.10.42.36\16, maka tentukan :
- Berapa jumlah Subnet ?
- Berapa jumlah host per subnet ?
- Berapa blok subnet ?
Pembahasannya :
1. Jumlah Subnet
/16 dengan Netmask (Decimal) 255.255.0.0 (bisa dilihat tabel CIDR untuk ketiga kelas IP Address mengenai netmask decimal dan binarynya). Pada kelas A ini dilihat oktet kedua, ketiga, dan keempat yaitu 255.0.0. Pada oktet 255.0.0 ini lihat lagi pada kolom Netmask (binary), perhatikan bagian ketiga terakhirnya yaitu 11111111 00000000 00000000. Misalkan x=1 dan y=0. x(1) berjumlah 8, dan y(0) berjumlah 16.
Cara menghitung jumlah Subnet = 2^x
= 2^8 = 256 (jumlah subnet)
2. Jumlah host per Subnet
Caranya = 2^y - 2
= 2^16-2
= 65,536-2 = 65,534 (jumlah host per subnet)
3. Jumlah blok per Subnet
Caranya = oktet maksimal - oktet network (oktet terakhir/keempat)
= 256 - 255
= 1 (jumlah blok subnet)
Tabel blok IPv4 CIDR
Sumber : https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixfMLYG3tFdh6jnqecr4JVlN46vQLugTgtGiydulA3cHcBkXIlRq1Zk2YK-CkonDsOy1Z4tNTxTlXd9dbGWv5ZzaWqRH-pzGGZtxZilCwTbu88Wtbabfk_UECuPPQIWdpbFOVLKBZPGoE/s1600/kelas+ip.png
Daftar pustaka
_. 2018. Apa itu CIDR (Classless Inter-Domain Routing)?. https://www.keycdn.com/support/what-is-cidr#:~:text=CIDR%2C%20which%20stands%20for%20Classless,the%20growth%20of%20routing%20tables. diakses pada 3 Maret 2021 pukul 07:26
Ellingwood, Justin. 2014. Memahami Alamat IP, Subnet, dan Notasi CIDR untuk Jaringan. https://www.digitalocean.com/community/tutorials/understanding-ip-addresses-subnets-and-cidr-notation-for-networking.amp diakses pada 3 Maret pukul 07:29

Komentar
Posting Komentar